Warung Tetap Buka, JK: Bulan Ramadan Kan Tidak Semua Puasa!

Rimanews – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ihwal tidak perlunya warung makanan tutup saat bulan Ramadan adalah hal yang wajar. Menurut JK, tidak semua warga Indonesia beragama muslim. “Bulan Ramadan kan tidak semua puasa. Yang nonmuslim kan tidak puasa. Mereka butuh makan juga,” kata JK saat ditemui di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2015). Baca Juga Wapres JK: Kasus Korupsi Sekjen KOI Memalukan JK: Masjid Harus Moderen “Perasaan Saya Hancur” Selain itu, seorang muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh akan sulit untuk mencari makan jika seluruh warung makan tutup pada bulan puasa. “Orang musafir juga ada, kan menurut hukum islam musafir boleh tidak puasa,” tandas JK. “Kalau tidak ada warung di hotel atau di mana saja, bagaimana makannya, kan kasihan sendiri,” tutup JK. Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan tidak perlu ada paksaan untuk menutup warung-warung penjual makanan selama bulan puasa Ramadan mendatang. “Warung-warung tak perlu dipaksa tutup. Kita harus hormati juga hak mereka yang tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa..,” kata Menag melalui akun twitternya @lukmansaifuddin. Bila ada yang sukarela menutup warungnya, lanjut Menag, tentu kita hormati. Tapi ia mengingatkan, bahwa muslim yang baik tidak memaksa orang lain menutup sumber mata pencaharian demi tuntutan menhormati yang sedang puasa. “Saling menghormati adalah ideal. Tapi jangan paksa satu kepada yang lain,” tutur Menag. Menag mengingatkan, selain menghormati yang sedang berpuasa, umat muslim juga dituntut menghormati hak mereka (dalam mendapatkan makanan/minuman) yang tidak wajib berpuasa karena bukan muslim. “Kita juga harus menghormat hak muslim/muslimah yang tidak sedang berpuasa karena keadaan (musafir, sakit, perempuan haid, hamil, menyusui).” Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Jusuf Kalla , Ramadan , Agama , Budaya

Sumber: RimaNews