Polisi Semarang Penembak Satpam Dipecat Tidak Hormat

Rimanews – Anggota Satuan Sabhara Polrestabes Semarang Briptu Priya Yustanto yang menembak mati satpam sebuah perusahaan pengisian anjungan tunai mandiri direkomendasikan untuk dipecat sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Rekomendasi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Briptu Priya merupakan putusan sidang kode etik yang kami gelar beberapa waktu lalu,” kata Wakil Ketua Komisi Kode Etik Polrestabes Semarang AKBP I Nengah, di Semarang, Selasa (21/10). Baca Juga Bawa Ekstasi “Hello Kitty”, Mahasiswa Ditangkap Polisi Tangkap Dahulu, Ralat Belakangan Update: Jumlah Penumpang dalam Pesawat Jatuh 13 Orang Komisi kode etik yang merekomendasikan PTDH terhadap Briptu Priya Yustanto itu diketuai oleh Wakapolrestabes Semarang AKBP Ade Sapari, wakil komisi AKBP I Nengah, dan anggota AKBP Juliagung Pramono yang juga menjabat Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Putusan rekomendasi itu didasarkan berbagai regulasi dan pertimbangan seperti Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Polri (KIP) dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. “Semua unsur yang ada telah memenuhi syarat untuk dijatuhkan PTDH terhadap yang bersangkutan,” ujar Nengah. Menurut Nengah, Briptu Priya dinilai telah melakukan tindak pidana yang menewaskan orang lain sehingga dianggap tidak layak dipertahankan sebagai anggota Polri serta dihukum dengan ancaman hukuman lebih dari 4 tahun. “Yang kami laksanakan itu sidang disiplin dan saat sidang selesai, yang bersangkutan langsung menyatakan banding dan akan maju di tingkat Polda sehingga yang berhak memutuskan adalah Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali,” tandas Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polrestabes Semarang itu. Sebelumnya, Briptu Priya dijatuhi vonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, namun jaksa penuntut umum mengajukan banding sehingga Pengadilan Tinggi Jateng memvonis 1,5 tahun penjara. Kasus penembakan yang dilakukan Briptu Priya Yustanto dan menewaskan Nucky Nugroho itu terjadi di kantor perusahaan pengisian uang ATM PT Tunas Artha Gardatama di Jalan Guntur Nomor 26 Semarang pada 15 Juni 2013 sekitar pukul 03.30 WIB. Korban tewas setelah ditembak kepalanya oleh Briptu Priya menggunakan senjata pistol revoler seri RI-VI PINDAD X H219954 yang dibawanya. Saat melakukan penembakan, tersangka diduga dalam kondisi mabuk. Insiden ini dianggap kelalaian sebagaimana Pasal 359 KUHP. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : polisi , sidang etik , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews