Jokowi Tak Lindungi Rakyat soal Kenaikan Tiket KA Ekonomi

Rimanews- Rakyat kembali mendapatkan kado pahit di awal bulan April ini. PT Kereta Api (KA) resmi menaikkan tarif kereta ekonomi. Kenaikan pun tidak tanggung-tanggung mencapai 60 persen. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, tarif angkutan kereta api akan naik antara 30 sampai 60 persen. Baca Juga Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam Serbuan Produk Asing, Kinerja Industri Tekstil Terus Menurun Menanggapi hal tersebut, Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan bahwa sebaiknya hanya kereta kelas eksekutif yang bisa dinaikkan tarifnya. “Eksekutif dan bisnis okelah kalau dinaikkan,” kata Tulus di kantornya, Rabu (1/4/2015). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menganggap pemerintah tidak melindungi masyarakat. Pasalnya, alasan dari kenaikan tersebut sangat tidak logis. “Kereta api tarifnya dinaikkan karena alasan rupiah terpuruk. Nah, kalau kayak begitu apa fungsinya negara,” kecam Tulus. Menurutnya, seharusnya pemerintah memberikan subsidi kepada kereta api khususnya ekonomi. Terlebih lagi, kereta api merupakan alat transportasi massal yang lebih hemat bahan bakar. Karenanya, dia mengusulkan agar pemerintah dapat melakukan subsidi silang pada tarif ekonomi dan eksekutif serta bisnis. Hal ini guna menjaga tarif kereta api ekonomi agar tidak melonjak. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Tiket kereta api naik , kereta api ekonomi , Tiket KA , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews