Timnas Prancis Diminta Lupakan Tragedi Bom di Stade de France

istanaimpian

Pada pertandingan sebelumnya di tempat yang sama, Prancis mengalami duka mendalam ketika ada serangan teroris disana meski tak sampai mengganggu jalannya pertandingan. Dan menurut Hugo Lloris, kembalinya timnas kesana bisa dimanfaatkan sebagai momen untuk bangkit kembali.
Tepatnya pada 13 November 2015 lalu, sejumlah aksi teroris terjadi di luar stadion. Para penonton dan pemain di dalam stadion tidak menyadari akan adanya hal tersebut meski sempat terdengar sebuah ledakan ketika laga berlangsung. Semua baru menyadarinya ketika pertandingan sudah usai dan tentu saja membuat kaget para pemain Prancis.
Dan empat bulan pasca insiden tersebut, Prancis akhirnya mendapatkan kembali kesempatan bermain di kandang mereka. Lloris mengajak semua fans Prancis untuk tidak trauma dengan tragedi tersebut dan meminta untuk memanfaatkan pertandingan esok sebagai sarana untuk bisa bangkit kembali dan menjadikan sepakbola sebagai satu arena yang aman bagi semuanya.
Sejujurnya, diantara kami para pemain tidak membicarakan tragedi tersebut. Kami lebih fokus ke pertandingan melawan Rusia. Dan trauma tersebut harus kita hentikan. Penting untuk kembali bermain di Stade de France bagi para pemain dan penonton dalam rangka mendapatkan kembali rasa percaya diri tersebut. Kami harus mempercayai pihak keamanan selama pertandingan dan sesudahnya, jelas Lloris.
Kiper milik Tottenham Hotspur itu diperkirakan akan mendapatkan lagi kesempatan bermain. Lloris memang tidak bermain ketika Prancis mengalahkan Belanda di Amsterdam beberapa hari lalu dimana posisi kiper diisi oleh Steve Mandanda.
Sementara itu sejumlah pemain juga akan mendapatkan peluang lagi untuk membuktikan kapasitasnya. Terutama bagi NGolo Kante dan Dimitri Payet yang memang harus memanfaatkan peluang ini untuk mencuri perhatian Didier Deschamps dalam rangka target mereka untuk bermain di Euro 2016.

mcwax.com istanaimpian Sumber: Sidomi