Polisi Bekuk Komplotan Penipu Dana Santunan Jamsostek

Nomor Togel Jakarta – Aparat Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, membekuk lima orang penipu berkedok pencarian dana santunan dari Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Pelaku menjalankan aksinya lewat telepon. Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP, Budi Hermanto, mengatakan, modus pelaku adalah mengaku sebagai pegawai PT Taspen, kemudian menelepon korban atas nama Sudarningsih-seorang janda- dengan menyatakan akan memberikan satunan kepada korban. “Pelaku menelepon korban, menyatakan akan memberikan dana santunan kepada korban di mana suami korban sudah almarhum. Jadi akan memberikan dana pensiunan atau santunan,” ujar Budi, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/10). Dikatakannya, bukannya mendapatkan santunan, korban justru harus kehilangan uang sebesar Rp 9.982.016. “Jadi korban diarahkan ke ATM, dan diminta memencet beberapa tombol. Tanpa disadari korban justru mengirimkan uang Rp 9,9 juta ke rekening yang sudah dibuat pelaku,” ungkapnya. Merasa tertipu, korban kemudian membuat laporan polisi dengan nomor LP/1261/K/VII/2016. Setelah menerima laporan, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan membekuk lima tersangka berinisial AS, MM, C, FG, dan H. “Para pelaku ditangkap di Kampung Caringin, Cianjur, Jawa Barat,” katanya. Sementara itu, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi menyampaikan, para pelaku berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Tersangka AS, C dan H perannya mencari korban melalui buku telepon dan mengaku sebagai pegawai PT Taspen atau PT Jamsostek. “Tersangka MM, menyediakan rekening tampungan hasil kejahatan. Sementara, tersangka C melakukan pengambilan uang di rekening,” jelasnya. Arsya menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai pegawai PT Taspen. “Modusnya, pelaku mengaku pegawai PT Taspen dan akan memberikan santunan dari PT Jamsostek kepada korban. Pelaku menyampaikan korban memiliki hak mendapatkan santunan. Korban kemudian diarahkan ke ATM (ATM BCA RS Bunda Alia, Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur) untuk memastikan dananya sudah masuk atau belum. Tapi, secara tidak sadar korban malah mengirim uang,” ucapnya. Arsya menuturkan, diduga pelaku juga menggunakan teknik hipnotis agar korban menuruti perkataannya. “Kami juga menyita sejumlah jimat yang diyakini pelaku bermanfaat untuk membantu mereka dalam menjalankan aksinya,” tegasnya. Berdasarkan penyelidikan, tambahnya, korban kelompok penipu ini mencapai ratusan orang di berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya. Para pelaku mencari korban dengan cara random. “Jadi mereka menelepon beberapa kali sebelum melakukan penipuan. Supaya jelas datanya. Ketika sudah mendapatkan data cukup, baru mereka menjalankan aksi. Korbannya ratusan. Ada yang mengalami kerugian Rp14 juta, Rp10 juta, Rp3 juta, berapa pun juga diambil,” tandasnya. Polisi menyita sejumlah barang bukti enam sepeda motor hasil kejahatan, satu televisi hasil kejahatan, satu kulkas hasil kejahatan, uang tunai Rp8 juta, 21 kartu ATM, enam buku telepon white pages, tiga buku tabungan, dan dua jimat. Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 5 ayat 1 Juncto Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Bayu Marhaenjati/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu