Dokter Manado Sambungkan Tangan Ridwan Melalui Operasi Setelah Dibacok Putus Selama 9,5 jam

RIMANEWS – Lima dokter di RSUP Kandou, sukses melakukan operasi menyambung tangan korban, Ridwan Pongkau (29), yang telah putus selama 9,5 jam. Hal ini diutarakan Humas RSUP Kandou, Rabu (18/6). Anatje mengatakan, lima dokter yang berhasil melakukan operasi itu antara lain, dr Mendy Hatibie Oley SpBP-RE (Koordinator, bedah plastik rekonstruksi dan estetik), dr Djarot Noersasongko SpOT (bedah orthopedi dan traumatologi), dr Haryanto Sunaryo SpOT (bedah orthopedi dan traumatologi), dr Maximillian Oley SpBS (bedah saraf), dr Debbie Wuisan SpAn (anaesthesiologist). Baca Juga Putus dengan Pacar, Milyarder Hong Kong Pasang Iklan di Koran Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Pembubaran Kebaktian Natal Pembubaran Kegiatan Natal di Bandung Tragedi Intoleransi Anatje menjelaskan, awal penanganan terhadap pasien Ridwan, dimulai dengan mempersiapkan operasi penyambungan tangan yang putus. Termasuk pemberian informed consent kepada Ridwan, potongan tangan dicuci bersih diisi dalam plastik kemudian dimasukkan ke dalam es. Tiga jam setelah pasien masuk RS, operasi dimulai berturut-turut dengan penyambungan tulang, penyambungan pembuluh darah (2 arteri, 3 vena), penyambungan tiga saraf utama, tendon dan terakhir, kulit. Operasi penyambungan tangan berlangsung hampir 10 jam, selesai dalam 24 jam setelah kejadian. Anatje menambahkan, 18 Juni merupakan hari keempat pascapenyambungan tangan putus. Kondisi pasien stabil, tangan kanan masih agak bengkak, warna kemerahan (sama seperti tangan kiri yang sehat) dan kadar oksigen (saturasi) pada ke-5 jari-jarinya berkisar 96-99 persen dan sudah mulai bergerak sejak hari pertama pascapenyambungan. “Saat ini pasien dirawat optimal dengan pemberian obat-obatan, nutrisi dan terapi Hiperbarik, satu sarana pemberian oksigen non invasif yang ada di RSUP Prof R D Kandou Manado. Diharapkan dengan pemberian terapi hiperbarik ini akan membuat kondisi pasien secara umum lebih cepat membaik dan bagian tangan yang sudah disambung berangsur-angsur pulih dan mulai dapat berfungsi. Ini merupakan tindakan penyambungan tangan putus kedua yang berhasil dilakukan di Manado,” ujarnya. Pasien, Ridwan (29), tercatat masuk Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof RD Kandou, 13 Juni 2014 pukul 08.30 Wita dengan kondisi pergelangan tangan kanan putus dibacok orang. Diketahui lama tangan putus sudah 9,5 jam. Potongan tangan dibawa oleh keluarganya dengan dimasukkan di dalam kantong plastik. Lima dokter di RSUP Kandou, sukses melakukan operasi menyambung tangan korban, Ridwan Pongkau (29), yang telah putus selama 9,5 jam. Ridwan (29), tercatat masuk Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof RD Kandou, 13 Juni 2014 pukul 08.30 Wita dengan kondisi pergelangan tangan kanan putus dibacok orang. Diketahui lama tangan putus sudah 9,5 jam. Potongan tangan dibawa oleh keluarganya dengan dimasukkan di dalam kantong plastik. Nelci Manggopa, ibunda Ridwan menceritakan kronologis kejadian naas yang menimpa anaknya. Nelci menuturkan, Kamis (12/6/2014) sekitar pukul 23.00 Wita, anaknya sedang memancing ikan di Pantai Dumoga untuk dijadikan lauk, setelah dia selesai memancing kemudian ikan hasil pancingan Ridwan dibersihkan. Tiba-tiba kendaraan bermotor yang dikendarai orang tidak dikenal menuju ke arah Ridwan dari belakang. Sayang meski sudah mengetahui ada sepeda motor yang menuju ke arahnya, dia tak sempat menghindar. Ridwan yang saat itu merentangkan tangan dibacok oleh orang tak dikenal tersebut. Imbasnya tangan kanannya putus. “Saat itu terjadi pendarahan. Korban dibawa ke Puskesmas Imandi lalu dirujuk ke RSUP Kandou,” ujar Nelci. Sedangkan Ulim Pangkou, ayah kandung Ridwan mengaku, dia yang memegang tangan anaknya yang putus. Tangan itu diisi di dalam kantung plastik sejak dari Dumoga menuju Manado. “Perasaan sedih saat memegang tangan anak saya yang sudah putus. Saya tidak tahu berbuat apa, hanya berdoa kepada Allah SWT agar ada penyembuhan dan tangan anak saya tersambung kembali,” kata Ulim. Nelci, ibu korban menambahkan, anaknya telah memiliki istri dan satu anak. Bahkan, saat ini istri Ridwan sedang mengandung anak kedua. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta musibah yang menimpah anaknya, menurut Nelci, Ridwan anak yang suka bergaul dan tidak memiliki musuh. Menurutnya, begitu sampai di RSUP Kandou dokter memberikan informasi bahwa kemungkinan kecil tangan itu bisa tersambung, karena tangan itu sudah 9 jam tidak bersama-sama dan putus, demikmian Tribunnews.. “Di dalam pikiran saya saat dokter mengatakan seperti itu, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, menerima semua apapun risikonya apabila masih bisa disambung,” kenang Nelci. Setelah tim medis selesai melakukan operasi, dia pun berharap keberhasilan operasi yang diutarakan tim dokter benar adanya. “Dokter memberikan kabar luar biasa karena tangan anak saya berhasil disambungkan,” ujarnya senang. Ridwan hanya meminta doa dari kedua orangtuanya, istri dan saudara-saudaranya untuk kesembuhan tangannya yang baru selesai dioperasi. (trib/rm) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Putus , Kriminal , dibacok , tangan ridwan , Putus , Kriminal , dibacok , tangan ridwan

Sumber: RimaNews