PP PBSI di Bawah Ketum Wiranto, Cari Figur Berintegritas

BERITA TERKAIT Serie-A Mulai Tertarik Gelar Boxing Day Nasib Eks Rekan Rio Haryanto di F1 Belum Jelas Karier Anak Schumacher Meningkat Tunjuk Aji Santoso, Kembalikan Spirit Juang Singo Edan INDOPOS.CO.ID – Musyawarah Nasional (Munas) PBSI memang telah resmi berakhir dengan terpilihnya Wiranto sebagai Ketua Umum secara aklamasi Senin (31/10). Namun, itu baru satu tahap sebelum periode 2016-2020 benar-benar berjalan. Agenda selanjutnya adalah memilih kepengurusan yang bakal menopang Wiranto empat tahun ke depan. Dari hasil sidang pleno yang diadakan di Hotel Bumi Surabaya Senin, dibentuk tim formatur yang beranggotakan Alex Tirta (DKI Jakarta), Lutfi Hamid (Jawa Barat), Wijanarko Adi Mulya (Jawa Timur), dan Edward Wolok (Gorontalo). Anggota tim formatur Wijanarko mengatakan, pihaknya belum melakukan rapat perdana setelah pembentukan tersebut. ”Sebab, semua orang masih atur nafas setelah munas,” kata Wijanarko ketika dihubungi Selasa (1/11). ”Ini juga sudah ada yang harus segera pulang ke daerahnya masing-masing,” lanjutnya. Namun, pria yang akrab disapa Wijar itu melanjutkan bahwa tim formatur bakal segera menggelar pertemuan. Sebab, mereka hanya mendapat mandat selama sebulan ke depan untuk merumuskan susunan pengurus. Ketika disinggung mengenai kriteria yang ditetapkan untuk menentukan pengurus, Wijar menerangkan bahwa tim formatur belum merumuskannya. Hanya, dia mengatakan mereka bakal condong kepada visi-misi yang dibawa oleh Wiranto. Yaitu pengurus yang diisi oleh orang-orang yang mau bekerja dengan integritas tinggi. Pria yang juga Ketum Pengprov PBSI Jatim itu menjelaskan, tidak ada batasan maupun syarat seseorang harus menjadi pengurus. ”Mau dia mantan atlet, atau bukan dari pengurus, tidak ada masalah. Selama yang penting, dia siap bekerja demi kemajuan bulu tangkis Indonesia,” tuturnya. Apakah pengurus baru ada yang dipertahankan? Sebab, sejauh ini, Bidang Pembinaan dan Prestasi menjadi salah satu bidang yang menonjol selama era Gita Wirjawan. Dipimpin Rexy Mainaky, pencapaian terbesar Bidang Binpres adalah emas Olimpiade Rio de Janeiro musim panas lalu lewat ganda campuran Tontow Ahmad-Liliyana Natsir. Sebelumnya, saat Olimpiade London empat tahun sebelumnya, Indonesia pulang dengan tangan hampa. Disinggung soal itu, Wijar memaparkan bahwa hal itu terjadi. Sebab, mereka telah membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memberikan prestasi bagi Merah-Putih. ”Tim formatur jelas tidak akan melakukan reformasi total,” tegas Wijar. ”Arahnya adalah prestasi Indonesia di seluruh ajang internasional,” imbuhnya. (apu)

Sumber: Indopos