Kekerasan Terhadap PRT Masuk Kategori Pelanggaran HAM

Rimanews – Kekerasan terhadap pembantu rumah tangga yang belakangan ini kerap terjadi dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaan Hak Azasi Manusia, apalagi sampai memakan korban jiwa. “Tentu saja dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran HAM dan ini tentunya harus mendapat perhatian yang serius dari semua pihak,” kata Ketua Pusat Studi Hak Azasi Manusia Universitas Negeri Medan Majda El Muhtaj, di Medan, Sabtu (13/12). Baca Juga Partai Pendukung Tak Lagi All Out Menangkan Ahok BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia Korban Gempa Pidie, Satu Meninggal Puluhan Luka-Luka Majda mengungkapkan hal itu terkait kekerasan terhadap pembantu rumah tangga yang dilakukan oleh penyalur tenaga kerja di Medan bahkan sudah menjadi isu nasional karena sampai memakan korban jiwa. Sampai saat ini, pihak kepolisian sudah menahan pemilik perusahaan penyalur tenaga kerja tersebut beserta beberapa orang keluarganya yang diduga juga turut serta melakukan kekerasan dan menghilangkan nyawa terhadap seorang pembantu rumah tangga. Menurut Majda, kasus tersebut juga dapat dikualifikasikan sebagai pidana kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana yang diatur dalam ketentuan UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT. “Berdasarkan UU itu juga jelas disebutkan ancaman hukuman bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Dinas Tenaga Kerja Kota Medan juga kita sesalkan kinerjanya, kenapa hal ini tidak terpantau mereka sebelumnya, padahal kejadiannya ditengah kota,” katanya. Kepada pihak kepolisian, ia juga menyampaikan apresiasi yang sampai saat ini terus bekerja keras melakukan pengusutan, bahkan sampai melakukan pembongkaran di beberapa titik terhadap rumah pelaku demi menyelidiki kemungkinan adanya korban lain yang ditanam. Tim gabungan penggalian dari Polresta Medan, Disaster Victim Investigation (DVI), dan Puslabfor Polda Sumut hingga pancarian hari keempat, Kamis (11/12) pukul 14.00 WIB, telah menemukan 23 potongan tulang manusia di rumah tersangka SA (51), Jalan Madong Lubis. Selain itu, tiga gigi manusia, enam celana dalam wanita, hiasan wanita, rambut, dan kain putih. Penemuan benda itu terdiri atas 20 potong tulang, dua gigi, satu celana, rambut, dan kain putih di lubang ke-4 samping kiri rumah SA. Hasil penemuan tulang manusia, gigi, dan benda lainnya akan diteliti tim DVI Polda Sumut untuk mengetahui identitas korban pembunuhan yang ditanam di rumah tersebut. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : penyiksaan prt , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews