Kemenpora Harapkan PSSI Transparan

Kemenpora menilai, kepengurusan PSSI sebelumnya masih kurang terbuka, padahal PSSI adalah badan publik.
PSSI sering dapat sorotan dalam akuntabilitas keuangannya, baik laporan keuangannya maupun distribusinya yang diperoleh dari FIFA, sponsor, hak siar maupun pemerintah kepada klub, demikian bunyi rilis pers Kemenpora beberapa waktu lalu.
Kini, semuanya serba terbuka. Sayang jika PSSI kadang masih kurang transparan. PSSI itu badan publik, kemarin saja Rp1,4 miliar diterima dari Kemenpora untuk Timnas Indonesia U19, imbuhnya.
PSSI kini memasuki era baru setelah menggelar Kongres Pemilihan pada 10 November 2016 lalu di Hotel Mercure Ancol. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020.
Meskipun begitu, masih banyak orang lama yang bercokol di kepengurusan baru PSSI ini, termasuk dua Wakil Ketua Umum, yakni Joko Driyono (mantan Sekjen PSSI, CEO PT Gelora Trisula Semesta dan PT Liga Indonesia) serta Iwan Budianto (CEO Arema Cronus).
Demikian pula orang-orang yang menempati posisi sebagai Komite Eksekutif (Exco) PSSI, yakni Hidayat, Yunus Nusi, Condro Kirono, Gusti Randa, Pieter Tanuri, Juni A. Rahman, AS Sukawijaya, Johar Lin Eng, Refrizal, Dirk Soplanit, Very Mulyadi, dan Papat Yunisal.

mcwax.com istanaimpian Sumber: Sidomi