Frank De Boer Bongkar Borok Manajemen Inter Milan

Menurut pelatih asal Belanda itu, Inter memang adalah sebuah tim besar namun sayangnya mereka tidak punya pemimpin yang bisa benar-benar memimpin sehingga terjadi semacam chaos dalam internal klub yang tentunya mempengaruhi bagaimana kebijakan tim.
De Boer didatangkan pada musim panas lalu untuk menggantikan Roberto Mancini. Target besar dibebankan di pundak De Boer yakni membawa Inter kembali ke papan atas dan lolos ke Liga Champions. Menjadi sulit bagi De Boer karena ia tak punya pengalaman melatih di Serie-A sebelumnya sehingga besarnya tekanan yang ada tak mampu diatasi oleh mantan bintang Timnas Belanda tersebut.
Ironis memang bagi De Boer karena tercatat ia hanya bertahan selama 85 hari saja sebagai pelatih Nerazzurri. Ketidaksabaran para petinggi Inter dengan hasil yang diraih tim dibawah asuhan De Boer membuat ia harus kehilangan jabatan dan kini posisi tersebut ditempati oleh Stefano Pioli.
Simpel saja sebenarnya. Inter punya orang-orang China sebagai bosnya, orang Indonesia sebagai presiden, dan ada pula jajaran direksi yang semuanya adalah orang Italia. Mereka semua punya kekuatan namun tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar bisa menggunakannya dengan baik. Itulah masalah terbesar di Inter, jelas De Boer.
Semua ingin membawa Inter kembali ke atas. Tapi untuk melakukannya, semua butuh waktu. Lihat saja Napoli yang sekarang bermain di Liga Champions. Untuk bisa ke level itu, mereka butuh waktu selama delapan tahun. Di Inter mereka ingin melakukannya selama dua minggu dan tentu saja itu tidak akan berhasil.
Setelah dipecat oleh Inter, De Boer sejauh ini belum menukangi tim baru lagi. Namun dengan potensi yang dimilikinya, bukan tak mungkin eks pelatih Ajax Amsterdam itu akan segera menemukan pelabuhan baru dalam karirnya.

mcwax.com istanaimpian Sumber: Sidomi