Djanur: Siapa Sih yang Gak Mau Datangkan Messi

judi poker online terpercaya

Kedatangan Michael Essien seakan membuka pintu bagi para marquee player lain untuk beradu nasib di Persib Bandung. Kabar terbaru, mantan striker Arsenal Maroane Chamakh tertarik untuk bergabung.
Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mengakui jika ia dihubungi salah seorang agen yang menawarkan jasa Chamakh. Selain Chamakh ada juga nama pemain top Eropa lainnya semisal Michael Uchebo (eks Boavista) dan Bosko Jankovic (eks Genoa).
“Memang betul nama-nama itu ada, Odemwingie, Chamakh semuanya memang kami dapat tawaran pemain itu. Tapi dari agen yang berbeda, makanya saya menanggapinya biasa saja. Apalagi kami sudah mendatangkan pemain yang cukup mahal. Kalau dua-duanya gak mungkin,” tutur Djanur, sapaan akrabnya, di Lapangan Lodaya, Kamis (23/3/2017).
Djanur tak menyangkal jika para pemain yang ditawarkan sangat dibutuhkan oleh Persib. Namun, jika berandai-andai Djanur ingin mendatangkan mega bintang Lionel Messi.
Baca Juga:
Bek Madura United Sebut Essien sebagai Pemain Tua
Van Dijk Bicara tentang “Marquee Player” dan Michael Essien
Di Bandung, Essien Minta Rumah dengan Kolam Renang
“Siapa sih yang gak mau mendatangkan Messi. Cuma kan gak mungkin, mimpi itu. Sangat tidak mungkin dengan harga yang seperti itu. (Febry) Bow sama Messi berbeda, beda posisi, kalau soal kemampuan ya jangan dibandingkan,” tuturnya.
Pada dasarnya, kata Djanur, proses megatransfer Essien tak hanya berdampak positif terhadap Persib. Namun, sepak bola Indonesia pun mulai dikenal di mancanegara sejak hadirnya Essien.
“Buktinya sudah kelihatan mereka menawarkan pemain lain berlevel bintang. Efek positifnya jelas baru didatangkan Essien saja semuanya sudah ramai, dunia sudah ramai dan sepak bola Indonesia lebih terkenal dan populer, jelas positif,” ucapnya.
Djanur menceritakan bahwa rencana menghadirkan Essien tak berkaitan dengan munculnya regulasi marquee player yang selama ini tak berlaku di Liga Indonesia.
“Jadi begini, sampai saat ini kami sedang mengejar satu pemain asing. Itu karena memang ada marquee player. Tadinya kalau tidak itu kami mendatangkan Essien bukan untuk marquee player tapi untuk mengisi kuota pemain asing 2 1,” ujarnya.
“Jadi bukan berarti setelah datang Essien kemudian kami mengusulkan ada marquee player, tidak seperti itu. Tapi memang itu untuk kuota 2 1, Vlado, Matsunaga dan Essien. Tapi ketika Essien datang kemudian muncullah aturan itu. Bukan Persib yang mengusulkan regulasi itu, kami bukan membela,” ujar Djanur.
Bek Madura United Sebut Essien sebagai Pemain Tua

mcwax.com judi poker online terpercaya Sumber: Kompas.com