Celtic Dihukum UEFA Karena Fans Kibarkan Bendera Palestina

Keputusan kontroversial ini diambil oleh UEFA karena berkeyakinan, tindakan fans Celtic tersebut mencampur-adukkan sepakbola dengan politik. Denda yang harus dibayar oleh klub asal Liga Skotlandia tersebut adalah sebesar 10.000 Euro (Rp 147 juta).
Pengibaran bendera Palestina ini dilakukan fans Celtic dalam pertandingan play off Liga Champions kontra Hapoel Beer Sheva bulan lalu di Celtic Park. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang selama ini dijajah oleh Israel. Fans memang sengaja memilih laga ini sebagai momen mengekspresikan solidaritas tersebut mengingat Hapoel Beer Sheva adalah wakil Liga Israel.
Tercatat, ada 30 bendera Palestina di sektor Parkhead. Bagi UEFA hal ini sudah cukup untuk menjatuhkan denda kepada klub Glasgow tersebut. Pasalnya, hal ini merupakan pelanggaran terhadap Pasal 6 ayat 2 dalam regulasi disiplin UEFA.
UEFA melarang penggunaan gestur, kalimat, objek, atau hal-hal lain yang ditujukan untuk mengirim pesan yang tidak tepat untuk event olahraga. Terutama, pesan yang berbau politik, ideologi, agama, provokatif, atau ofensif. Dan UEFA menilai pengibaran bendera tersebut, yang disebut bendera terlarang, masuk dalam kategori ini.

Bukan sekali ini Celtic dihadiahi denda karena pengibaran bendera Palestina. Dua tahun lalu,, Celtic pernah terkena sanksi sebesar 16.000 karena kasus yang sama. Kala itu, fans mengibarkan bendera Palestina ketika Celtic berhadapan dengan KR Reykjavik.
Fans Celtic sendiri tidak ambil pusing dengan sanksi denda tersebut. Mereka malah melakukan pengumpulan dana sumbangan kepada rakyat Palestina. Uang itu dibagikan ke dalam dua pos besar. Yang pertama, Medical Aid Palestine,yang memberikan perawatan kesehatan medis bagi rakyat Palestina. Yang kedua, Lajee Centre, proyek budaya dan olahraga untuk anak-anak di kamp pengungsi Aida, di Betlehem.

mcwax.com TOGEL|SBOBET|BOLA ONLINE|IBCBET|AGEN BOLA Sumber: Sidomi