Ayah Mahasiswa AS yang Dibebaskan Korut Klaim Putranya Dianiaya

detik com

detik com Ayah dari mahasiswa Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya dibebaskan dari penjara di Korea Utara (Korut) mengklaim putranya dianiaya dan diteror selama 17 bulan. Karena itulah disinyalir Otto Warmbier kembali ke Negeri Paman Sam dalam keadaan koma.

Jumat (16/6/2017) ayah dari Otto Warmbier, Fred Warmbier menyatakan hal itu dalam konferensi pers yang diadakan di Ohio. Fred menyebut putranya dalam kondisi stabil dengan cedera neurologi yang parah.

Fred menyebut keluarganya merasa lega dengan kembalinya sang putra ke Negeri Paman Sam dan akhirnya mereka bisa bicara dengan lebih terbuka. Pasalnya selama ini keluarga Warmbier sangat memilih kata-katanya ketika berbicara di publik pada saat Otto masih ditahan di Pyongyang.

“Kami tidak terbebani oleh apa yang Korut katakan atau lakukan lebih lama lagi. Kami terpaksa berdiam dan bertindak berbeda karena kami tidak ingin menyinggung perasaan mereka,” ujar Fred Warmbier.

detik com Ia menambahkan, Presiden AS Donald Trump sempat menghubunginya pada Rabu 14 Juni 2017 malam waktu setempat. Pada sambungan telefon itu, Trump bertanya mengenai kondisi perkembangan kesehatan dari Otto.

Orangtua Otto sebelumnya menjelaskan bahwa Otto dikembalikan ke Negeri Paman Sam dalam keadaan koma. Fred Warmbier mengklaim, ia tidak percaya dengan penjelasan pihak Korut yang menyebut keadaan Otto itu disebabkan oleh botulisme dan obat tidur.

Media Korut, KCNA, menyebut pembebasan Otto itu dilatarbelakangi oleh alasan kemanusiaan. Ayah dari Otto merespons hal tersebut dengan mengatakan, “Korut tidak melakukan apapun karena kebaikan hati mereka.” detik com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *